Rabu, 16 November 2011

KALIMAT

Ø PENGERTIAN KALIMAT

Kalimat adalah bagian ujaran yang didahului dan diakhiri dengan kesenyapan, sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa ujaran itu makna gramatikalnya sudah lengkap. Kelengkapan bagian ujaran itu ditandai oleh struktur kalimat – adanya subyek dan predikat, dan secara fakultatif ada pula obyek – dan perwujudan pikiran yang lengkap itu mengandung informasi yang jelas yang direfleksikan melalui pikiran tadi. Intonasi final kalimat berupa tanda baca titik, tanda tanya, atau tanda seru. Namun ada juga kalimat yang hanya terdiri dari predikat.

Contohnya:

‘Tembak!’

Ø UNSUR – UNSUR KALIMAT

1. Ciri-ciri Kalimat

a. Terdiri atas satu kata atau lebih, lazimnya lebih dari satu kata.

b. Umumnya dalam susunan:

1) S – P

2) S – P – O

3) S – P – O – O

4) Keterangan hanya sebagai ‘penjelas’ dan tidak mutlak ada.

c. Dimulai dengan huruf besar dan diakhiri dengan titik.

d. Subyek dan predikat dapat dimutasikan.

e. Dalam kalimat tulis, subyek dan predikat harus eksplisit.

f. Dalam kalimat lisan salah satu unsur atau lebih dari S, P, O , atau K,

dapat dihilangkan.

g. Kalimat dengan kalimat dapat digabung, menjadi kalimat majemuk setara, atau kalimat majemuk bertingkat, atau kalimat majemuk campuran, atau menjadi paragraf.

2. Unsur kalimat adalah: subyek (S), predikat (P), obyek (O), pelengkap (P), dan keterangan (K).

a. Subyek : Subyek adalah unsur kalimat yang menunjukkan pelaku.

Subyek dapat berupa:

1) kata benda atau kata yang dibendakan (frasa nominal)

Contoh:

Pertemuan itu ditunda sampai minggu depan. (Subyek,Pertemuan itu,

kata benda)

Panasnya sangat menyengat. (Subyek, Panasnya, kata keadaan yang

dibendakan)

Mahasiswa yang pemalu itu memenangkan lomba melukis.

(Subyek, Mahasiswa yang pemalu itu, frasa nominal)

2) Subyek disertai kata ganti penunjuk, ini, itu, dan tersebut yang ditempatkan di

antara subyek dan predikat, bahkan kata ganti penunjuk itu sendiri dapat

bertindak menjadi subyek

Contoh:

Perhiasannya anggun. (Meja itu, subyek)

Itu perhiasan anggun. (Itu, subyek)

3) Subyek berupa jawaban atas pertanyaan apa yang dan siapa yang.

Contoh:

Buku itu saya serahkan.

Saya menyerahkan buku itu.

4) Subyek boleh didahului kata tugas, yaitu kata depan dan kata penghubung,

kecuali bahwa. Kata tugas ini berfungsi untuk memperluas kalimat.

Contoh:

Sudah kami ketahui bahwa ia tidak datang.

Telah terbukti bahwa ia mencuri.

Dari hasil laboratorium diketahui bahwa golongan darah mereka sama.

5) Subyek dapat diberi keterangan pewatas yang

Keterangan pewatas yang ditempatkan di belakang kata atau kelompok kata yang bertindak sebagai subyek.

Contoh:

Icuk Sugiato yang juara dunia bulu tangkis tahun 1983kalah lagi

bertanding dengan Yang Yang.

6) Subyek dapat dihilangkan dalam kalimat majemuk.

Contoh:

Mereka ingin pulang karena (mereka) sudah terlalu letih.

Mereka ingin pulang karena sudah terlalu letih.

Dia bukan dokter melainkan (dia) produser film.

Dia bukan dokter melainkan produser film.

b. Predikat : Predikat adalah bagian kalimat yang memberitahu subyek melakukan apa

atau subyek dalam keadaan bagaimana. Predikat dapat berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau ajektiva, tetapi dapat pula nomina atau frasa nominal.

1) Predikat berupa kata (kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan kata depan) dan kelompok kata.

Predikat ditempati oleh lima kelas kata atau kelompok kata sbb.:

a) Predikat berupa kata benda atau frasa nomina

Mereka itu mahasiswa.

Bapak itu pimpinan perusahaan

b) Predikat berupa kata kerja atau frasa verba

Mereka belajar di teras rumah.

Dia datang memenuhi janjinya.

c) Predikat berupa kata sifat atau frasa ajektiva.

Mereka malas ke sekolah pagi ini.

Harganya mahal sekali.

d) Predikat berupa kata bilangan atau numeralia.

Kenaikan rata-rata 5 %.

Jumlah penonton sekitar seribu orang.

2) Predikat itu merupakan jawaban atas mengapa ataubagaimana.

Mereka sedang berdiskusi.

Pertemuan itu kurang menarik.

3) Permutasian Predikat dengan Subyek

Dosen itu datang terlambat.

Datang terlambat dosen itu.

4) Predikat dapat didahului kata (-kata) keterangan aspek atau modalitas.

Orang itu (sudah, akan, belum, telah) menjadi wartawan terkenal di

ibukota.

5) Peran dalam predikat

Peran predikat dalam kalimat mengungkapkan tiga informasi, yaitu:

a) pernyataan

Contoh:

Pedagang terkenal itu anak seorang nelayan

(Predikat berupa frasa nominal)

b) perintah

Dalam peran perintah perlu diperhatikan beberapa cacatan penting.

i) Subyek dapat ditiadakan

ii) Setiap kalimat diakhiri dengan tanda seru.

iii) Dapat berupa kata kerja tanpa imbuhan (aus) seperti: pulang, pergi, gerak, dan tenang.

iv) Partikel lah mempertegas (kalimat) perintah

v) Kata-kata seperti: ayo, silahkan, mari, oke, dilarang, jangan, dan harap memperhalus peran perintah menjadi ajakan, permohonan, danlarangan, sepeti contoh:

Harap tenang!

Perhatikan baik-baik!

Jangan dibagikan dahulu!

c) Pertanyaan

Peran pertanyaan dinyatakan dengan intonasi menaik dan menurun serta tanda tanya (?) dalam kalimat tulis.

Perlu diketahui beberapa hal tentang peran pertanyaan ini.

i) Semua kelas kata atau frasa yang menempati predikat dapat menyatakan pertanyaan seperti terlihat dalam semua contoh

ii) Partikel kah dapat ditambahkan sebagai penekanan

Contoh: Marahkah dia?

iii) Dengan merubah intonasi, yaitu intonasi menaik atau menurun,

predikat pernyataan dapat menjadi predikat pertanyaan

Contoh: Dia ke sini kemarin. (Pernyataan)

Dia kesini kemarin? (Pertanyaan)

iv) Kata tanya seperti: apa, siapa, bagaimana, mengapa, di mana, kapan

dapat ditambahkan dan intonasi kalimat akan menurun.

Contoh: Apa isi surat ini?

c. Obyek Kalimat:

Unsur Obyek melengkapi kesempurnaan kalimat aktif transitif.

Kehadiran Obyek merupakan suatu keharusan.

1) Obyek hanya terdapat dalam kalimat aktif transitif

Contoh: Nurul menimang adik.

Dia menceritakan pengalamannya.

2) Obyek selalu terletak di belakang predikat dengan pola

subyek – predikat – obyek atau pola predikat – obyek – subyek.

Contoh: Mereka mendiskusikan GBHN

Mendiskusikan GBHN mereka?

3) Obyek tidak boleh didahului oleh kata depan atau kata penghubung kecuali kata bahwa yang sebenarnya lebihmenunjukkan kenominalan obyek

Contoh: Dia menceritakan bahwa pengalamannya selama

setahun di tahanan lebih banyak dukanya daripada

sukanya.

4) Obyek ditempati oleh jenis kata benda, frasa nomina, dan klausa nomina. Obyek dalam kalimat aktif transitif dapat berubah menjadi subyek dalam kalimat pasif dengan pergantian awalan me- menjadi awalan di- pada unsur predikat.Tetapi, tidak semua kalimat pasif mempunyai obyek. Selain itu, obyek pada kalimat aktif transitif disebut obyek penderita atau yang dikenai tindakan dari unsur subyek. Obyek yang terdapat pada kalimat pasif merupakan obyek pelaku dengan sasarannya unsur subyek.

d. Pelengkap : Pelengkap adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat.

Letaknya umumnya di belakang predikat.

Antara Obyek dan Pelengkap terdapat perbedaan.

Contoh: Ketua MPR membacakan Pancasila.

S P O

Ibu berdagang makanan.

S P Pel

e. Keterangan : Keterangan (Ket. ) adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat. Unsur Ket. dapat berfungsi menerangkan

Subyek, Predikat, Obyek, dan Pelengkap. Posisinya dapat di awal, di

tengah, atau di akhir kalimat. Pengisi Ket. adalah frasa nominal, frasa

preposisional, adverbia, atau kausa.

Contoh:

Polisi menyelidiki masalah itu dengan hati-hati.

Rustam sekarang sedang belajar.

Karena hujan, saya tidak pergi.

KESIMPULAN

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

SUMBER :

http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-6-603117716869.doc



_________________________
I added cool smileys to this message... if you don't see them go to: http://e.exps.me

Jumat, 11 November 2011

IKLAN


Kami sampaikan kabar gembira kepada bpk/ibu/sdr/i, saat ini telah hadir Depo Es Krim yang berada disekitar BOGOR tempat Anda berada. Kami menawarkan kerjasama, serta jasa pelayanan dalam menyediakan Es krim sebagai pelengkap catering. Anda dapat memanfaatkan diberbagai acara. Misalnya saja sebagai acara Ulang tahun, Hajatan, Perkawinan dan acara-acara lainnya atau buat sendiri juga bisa.

Untuk Es krimnya sendiri dalam 1 ember berisi 8 liter. Es krim ini tidak akan Anda jumpai di Supermarket, karena Es krim ini hanya ada di Depo. Rasa dan kualitasnya juga berbeda, untuk Es krimnya terdiri dari Regular dan Special.

Mengenai pelayanannya, Es krim kami didukung dengan peralatan yang memadai dan telah memenuhi standar pelayanan yang berupa freezer serta ice pack + packet bag. Hal ini kami maksudkan agar Es tetap dingin dan segar dan untuk kebersihannya akan tetap terjaga hingga tiba di lokasi. Untuk setiap 1 ember bisa menjadi 100 150 porsi/cup + pelayanan dari kami.

CYBER BULLYING

Ø Sekilas tentang CyberSpace

Dunia maya (eng: Cyberspace) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

Kata "cyberspace" (dari cybernetics dan space) berasal dan pertama kali diperkenalkan oleh penulis novel fiksi ilmiah, William Gibson dalam buku ceritanya, "Burning Chrome", 1982 dan menjadi populer pada novel berikutnya, Neuromancer, 1984 yang menyebutkan bahwa:

Cyberspace. A consensual hallucination experienced daily by

billions of legitimate operators, in every nation, by children being taught mathematical concepts... A graphic representation of data abstracted from the banks of every computer in the human system. Unthinkable complexity. Lines of light ranged in the nonspace of the mind, clusters and constellations of data.

Like city lights, receding.

CyberSpace adalah ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati melalui perwujudan virtual. Cyberspace merupakan ruang yang diwujudkan melalui (jaringan) computer. sifatnya digital dan direpresentasikan dalam satuan bit.

Perkembangan teknologi di jaman sekarang ini tak dapat dipungkiri pesatnya, jejaring di dunia maya sedang menjamur di kalangan masyarakat tanpa batas umur, baik anak-anak sampai orang dewasa. Namun tanpa disadari jejaring sosial maupun teknologi media yang ada di dunia maya dapat berakibat buruk bila tidak diwaspadai sebelumnya dan tidak tahu penanganannya.

Yang namanya internet pasti dekat dengan kehidupan kita. Hampir setiap jam, kita bisa mem-posting status atau foto tentang keadaan di sekeliling. Bahkan, kita pun memanfaatkan sosial media untuk berkomunikasi dengan teman dan sahabat. Tapi hati-hati, ada kejahatan baru via internet yaitu cyber bullying.


Ø Cyber Bullying

Cyber bullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia cyber atau internet. Cyber bullying adalah kejadian manakala seorang anak atau remaja diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media internet, teknologi digital atau telepon seluler.
Cyber bullying dianggap valid bila pelaku dan korban berusia di bawah 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Bila salah satu pihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 18 tahun, maka kasus yang terjadi akan dikategorikan sebagai cyber crime atau cyber stalking (sering juga disebut cyber harassment).

Bentuk dan metode tindakan cyber bullying amat beragam. Bisa berupa pesan ancaman melalui e-mail, mengunggah foto yang mempermalukan korban, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban hingga mengakses akun jejaring sosial orang lain untuk mengancam korban dan membuat masalah. Motivasi pelakunya juga beragam. Ada yang melakukannya karena marah dan ingin balas dendam, frustrasi, ingin mencari perhatian bahkan ada pula yang menjadikannya sekedar hiburan pengisi waktu luang. Tidak jarang, motivasinya kadang-kadang hanya ingin bercanda.

1. Hal-hal yang menyebabkan cyber bullying

a. Berkomunikasi dengan sembarang orang yang tidak kita kenal dijejaring social.

b. Sembarang mengupload atau mengirim foto ke jejaring social, karena dengan adanya internet foto dapat dengan mudah tersebar kemana-mana.

c. Memberi password jejaring sosial pada orang lain walaupun itu teman dekat kita sendiri.

d. Membuat situs atau blog untuk menjelek-jelekkan korban atau membuat masalah dengan orang lain dengan berpura-pura menjadi korban.

2. Contoh kasus cyber bullying

Guru pun ternyata tidak kebal terhadap cyber bullying. Sebaliknya, beberapa kasus menunjukkan bahwa guru potensial menjadi sasaran. Seorang guru senior di sebuah sekolah menengah atas di Manchaster mengaku bahwa akunnya telah diretas dan digunakan untuk mengirimkan pesan palsu kepada murid lain. Seorang guru lain bahkan dibuatkan akun palsu oleh pelaku yang diduga siswa, dan dalam akun itu disebutkan bahwa guru itu adalah seorang pedofil. Di Indonesia sendiri, kasus serupa juga pernah terjadi, yakni di SMU Negeri 4 Tanjungpinang, Kepulauan Riau dimana seorang guru menjadi korban olok-olok siswa.
Seorang kawan guru pernah menemukan sekelompok siswa yang membuat grup, yang mereka namai “Grup Anti Mr. X (nama seorang guru)” di situs jejaring sosial Facebook. Di grup ini mereka ramai-ramai mencaci maki guru yang kelihatannya kurang mereka sukai.

Beberapa bulan lalu, ketika pengumuman kelulusan di sebuah SMA, seorang kepala sekolah menjadi sasaran ejekan dan caci maki para muridnya. Pasalnya bapak kepala sekolah ini diam saja tak berdaya dan membiarkan anak-anak kelas III yang lulus mencoreti halaman sekolah dengan pylox. Kontan, sikap pengecut si kepala sekolah ini menjadi bahan tertawaan para murid di situs jejaring sosial facebook dan Twitter.

3. Pencegahan cyber bully

- Tetap sopan di sosial media.

- Jangan berikan informasi pribadi.

- Gunakan sosial media sepenuhnya.

- Ceritakan pada teman atau orang terdekat bila terjadi hal yang tidak diingikan.

- Jangan membalas aksi pelaku cyberbullying

- Ubah password bila pelaku mulai menyusup kedalam akun.

- Jangan merespon

- Adukan pada orang yang dipercaya. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orang tua, guru, atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.

- Simpan semua bukti. Oleh karena aksi ini berlangsung di media digital, korban akan lebih mudah meng-capture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu.

Sumber :

Wikipedia Ensiklopedia Bebas

http://edukasi.kompasiana.com/2011/09/06/cyber-bullying-mengintip-sekolah/

Kamis, 10 November 2011

MERINGKAS B.INDONESIA RAGAM PIDATO

Tugas 2 : Meringkas B.Indonesia ragam pidato

Ø Pendahuluan Peran pidato :

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan pernyataan tentang suatu hal atau peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato juga merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya diperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.

Fungsi pidato :

  • Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.
  • Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
  • Menciptakan suatu keadaan yang kondusif dimana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
  • Mempermudah komunikasi.

Ø Isi Metode Penyajian Oral :

Terdapat 2 perbedaan dalam persiapan-persiapan yang diadakan pada waktu menyusun komposisi penyajian lisan. Pertama, dalam penyajian lisan perlu diperhatikan gerak-gerik, sikap, hubungan langsung dengan hadirin, sedangkan komposisi tertulis sama sekali tak diperhitungkan. Kedua, dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus didahulukan mana yang dapatdiabaikan. Sebab itu persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun sebuah uraian lisan, di samping memperhatikan hal-hal tersebut di atas, tergantung pula dari metode penyajiannya .Dikenal ada 4 macam metode penyajian lisan, yaitu:

1. Metode impromptu (serta-merta) : Metode ini adalah metode persiapan sesaat. Penyampaiannya dilakukan dengan spontanitas berdasarkan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya. Pengetahuan yang ada dikaitkan dengan situasi dan kepentingan saat itu akan sangat menolong pembicara.

2. Metode Mengahafal : Metode ini kebalikan dari metode yang ada diatas. Penyajian lisan yang dibawakan bukan hanya direncanakan tetapi juga dicatat, kemudian dihafal kata demi kata. Ada pembicara yang berhasil menggunakan metode ini, tapi akan ada kecenderungan untuk berbicara cepat-cepat. Dengan begitu pembicara tidak dapat melihat reaksi-reaksi yang dilakukan oleh para pendengar.

3. Metode Naskah : Metode ini jarang dipakai, kecuali pada pidato resmi dan pidato-pidato radio. Metode ini sifatnya masih sanagt kaku, sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar.

4. Metode Ekstemporan (tanpa persiapan naskah) : Dalam metode ini pembicara harus menyiapkan segala sesuatunya dengan cermat. Membawa catatan kecil sebagai inti dari isi penyampian disiapkan untuk menentukan sikap mana yang harus diambil dalam mengadapi para hadirin.

· Persiapan Penyajian Lisan :

Persiapan-persiapan untuk penyajian lisan, dapat dilihat melalui ketujuh langkah berikut :

Persiapan sebuah penyajian lisan, sebenarnya, sama dengan persiapan menulis karya tulis ilmiah. Hal yang membedakan keduanya adalah bahwa pada penyajian lisan, pembicara berhadapan langsung dengan khalayak sasarannya. Oleh karenanya, dibutuhkan persiapan yang matang. Jangan sampai, bahan yang dibawakan tidak menarik atau cara pembicara menyajikan bahannya tidak menarik. Selain itu, jangan sampai pembicara tidak dapat secara tepat menjawab pertanyaan pendengar.

Ada tiga langkah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan sebuah penyajian lisan.

1. Meneliti masalah: (a) menentukan maksud

(b) menganalisis pendengar dan situasi

(c) memilih dan menyempitkan topik

(d) memastikan tujuan pembicaraan

2. Menyusun uraian: (a) mengumpulkan bahan

(b) membuat kerangka uraian

(c) menyiapkan alat peraga

(d) menguraikan secara mendetail

3. Mengadakan latihan: (a) melatih dengan suara nyaring

(b) menghitung waktu penyajian

Ø Menentukan maksud dan topik :

Setiap tulisan selalu menentukan topic tertentu yang ingin disampaikan kepada para hadirin, dan mengharapkan suatu reaksi tertentu dari para pembaca atau pendengar. Reaksi dari para hadirin atas topic dan tujuannya akan langsung dilihat dan dialami pada waktu itu juga. Sebab itu dalam menentukan maksud sebuah uraian lisan, pembicara harus selalu memikirkan tanggapan apa yang dinginkan dari para pendengar. Oleh karena itu topik pembicaraan dan tujuannya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Topik dan tujuan pertama-tama merupakan persoalan dasar bagi tema uraian dan wujud tema itu sendiri, dan kedua, topik dan tujuan bertalian sangat erat dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar dengan mengemukakan tema tadi. Sering terjadi bahwa tujuan yang diinginkan pembicara mempengaruhi pula pilihan atas suatu topik tertentu.

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

TUGAS 1 : KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

Ø Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara:

1. B. Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.

Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.

2. B. Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.

Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).

3. B. Indonesia berfungsi sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan

Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.

4. B. Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.

Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya dengan bahasa Indonesia.

Ø Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional:

Lambang Kebanggaan nasional

Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia ‘memancarkan’ nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya; kita harus menjunjungnya; dan kita harus mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bngga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.

Lambang Identitas Nasional

Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia. Ini beratri, dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia. Karena fungsinya yang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.

Alat Pemersatu Berbagai-bagai Masyarakat Yang Berbeda-beda Latar Belakang Sosial Budaya dan Bahasanya

Memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Apalagi dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.

Alat Perhubungan Antar Budaya Dan Antar Daerah.

Bahasa Indonesia sering kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan saja apabila kita ingin berkomunikasi dengan seseorang yang berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa berbeda, mungkinkah kita dapat bertukar pikiran dan saling memberikan informasi? Bagaimana cara kita seandainya kita tersesat jalan saat jalan-jalan di daerah yang masyarakatnya masih kental dengan bahasa daerahnya? Bahasa Indonesialah yang dapat menanggulangi semuanya itu. Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan mudah diinformasikan kepada warganya. Akhirnya, apabila arus informasi antar kita meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan kita. Apabila pengetahuan kita meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.